Rabu, 19 November 2014

TUGAS MANAJEMEN AGRIBISNIS TENTANG BERAS



TUGAS MANAJEMEN AGRIBISNIS TENTANG BERAS

DISUSUN OLEH:
1)    ADRIANTI
2)    DASMURIZAL
3)    DEWI RATNASARI
4)    ISNATUL HUSNA

BAB I
PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang
            Padi/ Beras adalah salah satu tanaman pangan. Padi/ Beras dalam bahasa latin disebut Oryza sativa.  merupakan salah satu tanaman budidaya terpenting dalam peradaban. Meskipun terutama mengacu pada jenis tanaman budidaya, padi juga digunakan untuk mengacu pada beberapa jenis dari marga (genus) yang sama, yang biasa disebut sebagai padi liar. Padi diduga berasal dari India atau Indocina dan masuk ke Indonesia dibawa oleh nenek moyang yang migrasi dari daratan Asia sekitar 1500 SM.  Namun demikian, padi merupakan sumber karbohidrat utama bagi mayoritas penduduk dunia. Hasil dari pengolahan padi dinamakan beras.

1.2. Tujuan
Tujuan penyusunan makalah ini agar pembaca mengetahui bahwa tanaman Padi/ Beras merupakan tanaman yang sangat di butuhkan oleh kita karena mengandung karbohidrat, serta mengetahui nilai ekonomis yang dihasilkan dari Padi/ Beras. Selain itu, Padi yang berkualitas juga mempunyai potensi dan prospek usaha yang cukup besar dalam peluang dan konsumsinya agar dapat bersaing dengan komoditi lainnya sehingga dapat meningkatkan nilai ekspor Padi/ Beras dipasar.

1.2.2  Manfaat
Adapun Manfaat makalah ini adalah :
1.  Sebagai salah satu syarat untuk mengikuti dan menyelesaikan Mata kuliah Manajemen Agribisnis
2.   Sebagai bahan masukan berupa informasi yang jelas bagi pihak – pihak  berkepentingan.



BAB II
PEMBAHASAN

Pengertian Beras


              Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah. secara anatomi disebut 'palea' (bagian yang ditutupi) dan 'lemma' (bagian yang menutupi).
Pada salah satu tahap pemrosesan hasil panen padi, gabah ditumbuk dengan lesung atau digiling sehingga bagian luarnya (kulit gabah) terlepas dari isinya. Bagian isi inilah, yang berwarna putih, kemerahan, ungu, atau bahkan hitam, yang disebut beras.
              Beras umumnya tumbuh sebagai tanaman tahunan. Tanaman padi dapat tumbuh hingga setinggi 1 - 1,8 m. Daunnya panjang dan ramping dengan panjang 50 - 100 cm dan lebar 2 - 2,5 cm. Penanaman Padi di lakukan dengan Posisi tegak lurus dengan kedalaman lubang 2 cm . dengan jarak 20 x 20 cm. Beras yang dapat dimakan berukuran panjang 5 - 12 mm dan tebal 2 - 3 mm.

ANATOMI BERAS
              Beras sendiri secara biologi adalah bagian biji padi yang terdiri dari aleuron, lapis terluar yang sering kali ikut terbuang dalam proses pemisahan kulit, endosperma, tempat sebagian besar pati dan protein beras berada, dan embrio, yang merupakan calon tanaman baru (dalam beras tidak dapat tumbuh lagi, kecuali dengan bantuan teknik kultur jaringan). Dalam bahasa sehari-hari, embrio disebut sebagai mata beras.

CIRI-CIRI  PADI
              Padi termasuk dalam suku padi-padian atau poaceae. Terna semusim,berakar serabut,batang sangat pendek,struktur serupa batang terbentuk dari rangkaian pelepah daun yang saling menopang daun sempurna dengan pelepah tegak,daun berbentuk lanset,warna hijau muda hingga hijau tua,berurat daun sejajar,tertutupi oleh rambut yang pendek dan jarang,bagian bunga tersusun majemuk,tipe malai bercabang,satuan bunga disebut floret yang terletak pada satu spikelet yang duduk pada panikula,tipe buah bulir atau kariopsis yang tidak dapat dibedakan mana buah dan bijinya,bentuk hampir bulat hingga lonjong,ukuran 3mm hingga 15mm,tertutup oleh palea dan lemma yang dalam bahasa sehari-hari disebut sekam,struktur dominan padi yang biasa dikonsuksi yaitu jenis enduspermium.

KANDUNGAN BERAS
              Sebagaimana bulir serealia lain, bagian terbesar beras didominasi oleh pati (sekitar 80-85%). Beras juga mengandung protein, vitamin (terutama pada bagian aleuron), mineral, dan air.
Pati beras tersusun dari dua polimer karbohidrat:
- amilosa, pati dengan struktur tidak bercabang
- amilopektin, pati dengan struktur bercabang dan cenderung bersifat lengket
Perbandingan komposisi kedua golongan pati ini sangat menentukan warna (transparan atau tidak) dan tekstur nasi (lengket, lunak, keras, atau pera). Ketan hampir sepenuhnya didominasi oleh amilopektin sehingga sangat lekat, sementara beras pera memiliki kandungan amilosa melebihi 20% yang membuat butiran nasinya terpencar-pencar (tidak berlekatan) dan keras.

Kandungan Gizi Beras
Beras, putih, panjang, biasa
Nilai khasiat per 100 g
Tenaga 370 kkal   1530 kJ
79 g
- Gula  0.12 g
- Serat pangan  1.3 g
0.66 g
7.13 g
11.62 g
Tiamina (Vit. B1)  0.070 mg
5%
3%
Niasin (Vit. B3)  1.6 mg
11%
Asam pantotenat (B5)  1.014 mg
20%
Vitamin B6  0.164 mg
13%
Asam folat (Vit. B9)  8 μg
2%
Zat besi  0.80 mg
6%
Fosforus  115 mg
16%
Kalium  115 mg
2%
|Kalsium  28 mg
3%
Magnesium  25 mg
7%
Seng  1.09 mg
11%

MANFAAT BERAS (NASI)
Selain mengenyangkan ternyata nasi beras memiliki beberapa manfaat diantaranya:
1. Sumber energi yang hebat. Nasi itu banyak mengandungkarbohidratyang bertindak sebagai bahan bakar bagi tubuh dan membantu dalam fungsi normal otak.
2. Bebas kolesterol. Makan nasi itu sangat baik bagi kesehatan, karena nasi tidak mengandung lemak yang berbahaya, yaitu kolesterol atau sodium. Nasi menjadi salah satu bagian dari diet yang seimbang.
3. Kaya akan vitamin. Nasi itu banyak mengandung vitamin dan mineral misalnya niacin, vitamin D, kalsium, serat, zat besi, thiamine, dan riboflavin.
4. Banyak mengandung resistant starch. Nasi banyak mengandung resistant starch, yang akan masuk ke dalam usus dalam bentuk yang belum dicerna. Itu akan membantu pertumbuhan bakteri-bakteri yang berguna di dalam usus.
5. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi. Nasi tidak banyak mengandung sodium, dan dianggap sebagai makanan terbaik untuk mereka yang menderita tekanan darah tinggi dan hypertensi.
6. Mencegah kanker. Whole grain rice misalnya brown rice itu banyak mengandung serat insoluble yang mungkin bisa melindungi anda dari berbagai jenis kanker. Banyak peneliti yang percaya bahwa serat insoluble itu penting dalam melindungi tubuh dari cell-cell kanker.
7. Mengobagi dysentery. Bagian kulit ari dari nasi dianggap sebagai obat yang efektif untuk mengobati dysentery. Sekam padi yang berusia tiga bulan mengandung diuretic properties. Orang China percaya bahwa nasi dianggap meningkatkan selera, menyembuhkan sakit perut dan masalah pencernaan.
8. Merawat kulit. Para ahli medis mengatakan bahwa tepung padi bisa digunakan untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit kulit. Di wilayah India, air beras digunakan oleh praktisi ayurvedic sebagai obat yang efektif untuk mendinginkan permukaan kulit yang terbakar.
9. Mencegah Alzheimer’s Disease. Brown rice banyak mengandung neurotransmitter yang bisa mencegah Alzheimer’s disease.
10. Menguatkan jantung. Rice bran oil punya kemampuan antioxidant yang bisa menguatkan jantung dengan cara mengurangi kadar kolesterol dalam tubuh.
11. Mencegah konstipasi. Serat insoluble yang terdapat di nasi akan bertindak sebagai sponge lembut yang mendorong makanan untuk melewati usus dengan mudah dan cepat

MACAM DAN WARNA BERAS
              Warna beras yang berbeda-beda diatur secara genetik, akibat perbedaan gen yang mengatur warna aleuron, warna endospermia, dan komposisi pati pada endospermia.
              Beras "biasa" yang berwarna putih agak transparan karena hanya memiliki sedikit aleuron, dan kandungan amilosa umumnya sekitar 20%. Beras ini mendominasi pasar beras.
              Beras merah, akibat aleuronnya mengandung gen yang memproduksi antosianin yang merupakan sumber warna merah atau ungu.
              Beras hitam, sangat langka, disebabkan aleuron dan endospermia memproduksi antosianin dengan intensitas tinggi sehingga berwarna ungu pekat mendekati hitam.
              Ketan (atau beras ketan), berwarna putih, tidak transparan, seluruh atau hampir seluruh patinya merupakan amilopektin.
Ketan hitam, merupakan versi ketan dari beras hitam.
              Beberapa jenis beras mengeluarkan aroma wangi bila ditanak (misalnya Pandanwangi, Bau ini disebabkan beras melepaskan senyawa aromatik yang memberikan efek wangi. Sifat ini diatur secara genetik dan menjadi objek rekayasa genetika beras.
ASPEK PANGAN
              Beras dimanfaatkan terutama untuk diolah menjadi nasi, makanan pokok terpenting warga dunia. Beras juga digunakan sebagai bahan pembuat berbagai macam penganan dan kue-kue, utamanya dari ketan, termasuk pula untuk dijadikan tapai. Selain itu, beras merupakan komponen penting bagi jamu beras kencur dan param. Minuman yang populer dari olahan beras adalah arak dan air tajin.
              Dalam bidang industri pangan, beras diolah menjadi tepung beras. Sosohan beras (lapisan aleuron), yang memiliki kandungan gizi tinggi, diolah menjadi tepung bekatul (rice bran). Bagian embrio juga diolah menjadi suplemen makanan Untuk kepentingan diet, beras dijadikan sebagai salah satu sumber pangan.
              Di antara berbagai jenis beras yang ada di Indonesia, beras yang berwarna merah atau beras merah diyakini memiliki khasiat sebagai obat. Beras merah yang telah dikenal sejak tahun 2.800 SM ini, oleh para tabib saat itu dipercaya memiliki nilai nilai medis yang dapat memulihkan kembali rasa tenang dan damai. Meski, dibandingkan dengan beras putih, kandungan karbohidrat beras merah lebih rendah (78,9 gr : 75,7 gr), tetapi hasil analisis Nio (1992) menunjukkan nilai energi yang dihasilkan beras merah justru di atas beras putih (349 kal : 353 kal). Selain lebih kaya protein (6,8 gr : 8,2 gr), hal tersebut mungkin disebabkan kandungan tiaminnya yang lebih tinggi (0,12 mg : 0,31 mg).
              Kekurangan tiamin bisa mengganggu sistem saraf dan jantung, dalam keadaan berat dinamakan beri-beri, dengan gejala awal nafsu makan berkurang, gangguan pencernaan, sembelit, mudah lelah, kesemutan, jantung berdebar, dan refleks berkurang.
Unsur gizi lain yang terdapat pada beras merah adalah fosfor (243 mg per 100 gr bahan) dan selenium. Selenium merupakan elemen kelumit (trace element) yang merupakan bagian esensial dari enzim glutation peroksidase. Enzim ini berperan sebagai katalisator dalam pemecahan peroksida menjadi ikatan yang tidak bersifat toksik. Peroksida dapat berubah menjadi radikal bebas yang mampu mengoksidasi asam lemak tidak jenuh dalam membran sel hingga merusak membran tersebut, menyebabkan kanker, dan penyakit degeneratif lainnya. Karena kemampuannya itulah banyak pakar mengatakan bahan ini mempunyai potensi untuk mencegah penyakit kanker dan penyakit degeneratif lain.

ASPEK BUDAYA
              Teknik budidaya padi telah dikenal oleh manusia sejak ribuan tahun yang lalu. Sejumlah sistem budidaya diterapkan untuk padi.
·         Budidaya padi sawah (Ing. paddy atau paddy field), diduga dimulai dari daerah lembah Sungai Yangtse di Tiongkok.
·         Budidaya padi lahan kering, dikenal manusia lebih dahulu daripada budidaya padi sawah.
·         Budidaya padi lahan rawa, dilakukan di beberapa tempat di Pulau Kalimantan.
·         Budidaya gogo rancah atau disingkat gora, yang merupakan modifikasi dari budidaya lahan kering. Sistem ini sukses diterapkan di Pulau Lombok, yang hanya memiliki musim hujan singkat.
              Setiap sistem budidaya memerlukan kultivar yang adaptif untuk masing-masing sistem. Kelompok kultivar padi yang cocok untuk lahan kering dikenal dengan nama padi gogo.
              Secara ringkas, bercocok tanam padi mencakup persemaian, pemindahan atau penanaman, pemeliharaan (termasuk pengairan, penyiangan, perlindungan tanaman, serta pemupukan), dan panen. Aspek lain yang penting namun bukan termasuk dalam rangkaian bercocok tanam padi adalah pemilihan kultivar, pemrosesan biji dan penyimpanan biji.

HAMA DAN PENYAKIT

·        Penggerek batang padi putih ("sundep", Scirpophaga innotata)
·        Penggerek batang padi kuning (S. incertulas)
·        Wereng batang punggung putih (Sogatella furcifera)
·        Wereng coklat (Nilaparvata lugens)
·        Wereng hijau (Nephotettix impicticeps)
·        Lembing hijau (Nezara viridula)
·        Walang sangit (Leptocorisa oratorius)
·        Ganjur (Pachydiplosis oryzae)
·        Lalat bibit (Arterigona exigua)
·        Ulat tentara/Ulat grayak (Spodoptera litura dan S. exigua)
·        Tikus sawah (Rattus argentiventer)
Penyakit-penyakit
·         blas (Pyricularia oryzae, P. grisea)
·         hawar daun bakteri ("kresek", Xanthomonas oryzae pv. oryzae)

PENGOLAHAN GABAH MENJADI NASI
              Setelah padi dipanen, bulir padi atau gabah dipisahkan dari jerami padi. Pemisahan dilakukan dengan memukulkan seikat padi sehingga gabah terlepas atau dengan bantuan mesin pemisah gabah.
              Gabah yang terlepas lalu dikumpulkan dan dijemur. Pada zaman dulu, gabah tidak dipisahkan lebih dulu dari jerami, dan dijemur bersama dengan merangnya. Penjemuran biasanya memakan waktu tiga sampai tujuh hari, tergantung kecerahan penyinaran matahari. Penggunaan mesin pengering jarang dilakukan. Istilah "Gabah Kering Giling" (GKG) mengacu pada gabah yang telah dikeringkan dan siap untuk digiling. (Lihat pranala luar). Gabah merupakan bentuk penjualan produk padi untuk keperluan ekspor atau perdagangan partai besar.
              Gabah yang telah kering disimpan atau langsung ditumbuk/digiling, sehingga beras terpisah dari sekam (kulit gabah). Beras merupakan bentuk olahan yang dijual pada tingkat konsumen. Hasil sampingan yang diperoleh dari pemisahan ini adalah:
·         sekam (atau merang), yang dapat digunakan sebagai bahan bakar
·         bekatul, yakni serbuk kulit ari beras; digunakan sebagai bahan makanan ternak, dan
·         dedak, campuran bekatul kasar dengan serpihan sekam yang kecil-kecil; untuk makanan ternak.
              Beras dapat dikukus atau ditim agar menjadi nasi yang siap dimakan. Beras atau ketan yang ditim dengan air berlebih akan menjadi bubur. Pengukusan beras dapat juga dilakukan dengan pembungkus, misalnya dengan anyaman daun kelapa muda menjadi ketupat, dengan daun pisang menjadi lontong, atau dengan bumbung bambu yang disebut lemang (biasanya dengan santan). Beras juga dapat diolah menjadi minuman penyegar (beras kencur) atau obat balur untuk mengurangi rasa pegal (param).
ada beberapa prinsip yang menjadi ketentuan, yaitu :
1.      Tanam bibit muda berusia kurang dari 12 hari setelah sebar (hss) ketika bibit masih berdaun 2 helai.
2.      Tanam bibit satu lubang satu batang dengan jarak tanam biasa 25 Cm x 25 Cm, 30 Cm x 30 Cm .
3.      Pindah tanam harus hati-hati karena batang masih lemah dan akar tidak putus dan ditanam tidak dalam.
4.      Pemberian air maksimal 2 Cm dengan cara intermitten (berselang).
5.      Penyiangan sejak awal pada umur 10 hari dan diulang sampai 3 kali dengan interval 10 harian.
Upayakan menggunakan pupuk organik.
tanam padi secara biasa oleh petani (konvensional) adalah :
1.      Tanaman hemat air.
2.      Hemat biaya benih.
3.      Hemat waktu karena panen lebih awal.
4.      Produksi bisa meningkat.
a.    Pengolahan Tanah
•    Tanah dibajak sedalam 25 – 30 Cm.
•    Benamkan sisa-sisa tanaman dan rumput-rumputan
•    Gemburkan dengan garu sampai terbentuk struktur lumpur yang sempurna, lalu diratakan sehingga saat diberikan air ketinggiannya di petakan sawah merata.
•    Sangat dianjurkan pada waktu pembajakan diberikan pupuk organik (pupuk kandang,pupuk kompos,pupuk hijau).
b.    Pemilahan Benih dengan Larutan Garam
Untuk mendapatkan benih yang bermutu baik (bernas) maka perlu dilakukan pemilihan, walaupun benih tersebut dihasilkan sendiri, atau benih berlabel yaitu dengan menggunakan larutan garam dengan langkah-langkah sebagai berikut:
•    Masukan air kedalam ember, kemudian masukan garam lalu diaduk sampai larut, jumlah garam dianggap cukup bila telur itik bisa mengapung.
•    Masukan benih padi kedalam ember, kemudian pisahkan benih yang mengambang dengan yang tenggelam. Selanjutnya benih yang tenggelam/benih yang bermutu dicuci dengan air biasa sampai bersih. 
c.    Perendaman dan Pemeraman Benih
Setelah uji benih selesai proses berikutnya adalah:
•    Benih yang bermutu (tenggelam) direndam dalam air bersih selama 24-48 jam.
•    Setelah direndam, dianginkan (ditiriskan) selama 24-48 jam sampai berkecambah
d.    Persemaian
Persemaian  untuk budidaya dapat dilakukan dengan mempergunakan baki plastik atau kotak yang terbuat dari bambu/besek. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah pemindahan, pencabutan, dan penanaman.
Proses persemaian adalah sebagai berikut:
•    Benih yang dipergunakan tergantung pada kebiasaan/ kesukaan petani (bermutu baik/bernas).
•    Penyiapan tempat persemaian dilapisi dengan daun pisang yang sudah dilemaskan, kemudian diberikan tanah yang subur bercampur kompos (perbandingan 1:1), tinggi tanah pembibitan sekitar 4cm.
•    Benih yang ditaburkan ke dalam tempat persemaian, kemudian ditutup tanah tipis. 
e.    Penanaman
•    Pola penanaman bibit adalah bujur sangkar 30 x 30 cm, 35 x 35 cm atau lebih jarang lagi misalkan sampai 50 x 50 cm pada tanah subur.
•    Garis-garis bujur sangkar dibuat dengan caplak.
•    Bibit ditanam pada umur 5-15 hari (daun dua) setelah semai, dengan jumlah bibit per lubang satu, dan dangkal 1-1,5 cm, serta posisi perakaran seperti huruf L.
f.    Pemupukan
Takaran pupuk  an-organik (kimia) disesuaikan dengan anjuran. Hasil Demplot digunakan pupuk kimia sebagai berikut:
•    Pemupukan I pada umur 7-15 HST dengan dosis Urea 125kg/Ha, SP-36 100kg/ha.
•    Pemupukan II pada umur 20-30 HST dengan dosis Urea 125kg/ha
•    Pemupukan III pada umur 40-45 HST dengan dosis ZA 100kg/ha. jika tanaman belum bagus.
Metode ini sangat menganjurkan pemakaian pupuk organik (pupuk kandang, kompos atau pupuk hijau/daun-daunan), penggunaan pupuk organik selain memperbaiki struktur tanah juga bisa mengikat air/menghemat air.  
g.    Penyiangan
Penyiangan dilakukan dengan mempergunakan alat penyiang jenis landak atau rotary weeder, atau dengan alat jenis apapun dengan tujuan untuk membasmi gulma dan sekaligus penggemburan tanah.  Penyiangan dilakukan sebanyak 3 kali atau lebih, sesuai kondisi sawah. Semakin sering dilakukan penyiangan akan dapat meningkatkan produksi.
h.    Pemberian air secara terputus/berselang
Dengan cara terputus-putus (intermitten) dengan ketinggian air di petakan sawah maksimum 2 cm, paling baik macak-macak (0,5 cm).  Pada periode tertentu petak sawah harus dikeringkan sampai tanahnya pecah-pecah rambut.
i.    Panen
Panen dilakukan setelah tanaman sudah tua dengan ditandai menguningnya semua bulir secara merata atau masaknya gabah. Bulir padi telah benar-benar bernas berisi. Bila dihitung dari pesemaian, maka umur panen lebih singkat dibandingkan dengan cara konvensional.

KEANEKARAGAMAN BUDIDAYA

Padi gogo

Di beberapa daerah tadah hujan orang mengembangkan padi gogo, suatu tipe padi lahan kering yang relatif toleran tanpa penggenangan seperti di sawah. Di Lombok dikembangkan sistem padi gogo rancah, yang memberikan penggenangan dalam selang waktu tertentu sehingga hasil padi meningkat.Biasanya di daerah yang hanya bisa bercocok tanam padi gogo menggunakan model Tumpang Sari. Sistem Tumpang sari yaitu dalam sekali tanam tidak hanya menanam padi, akan tetapi juga tanaman lain dalam satu lahan. Padi gogo biasanya di tumpang sari dengan jagung atau Ketela Pohon.

Padi rawa

Padi rawa atau padi pasang surut tumbuh liar atau dibudidayakan di daerah rawa-rawa. Selain di Kalimantan, padi tipe ini ditemukan di lembah Sungai Gangga. Padi rawa mampu membentuk batang yang panjang sehingga dapat mengikuti perubahan kedalaman air yang ekstrem musiman.

Keanekaragaman tipe beras/nasi

Padi pera

Padi pera adalah padi dengan kadar amilosa pada pati lebih dari 20% pada berasnya. Butiran nasinya jika ditanak tidak saling melekat. Lawan dari padi pera adalah padi pulen. Sebagian besar orang Indonesia menyukai nasi jenis ini dan berbagai jenis beras yang dijual di pasar Indonesia tergolong padi pulen. Penggolongan ini terutama dilihat dari konsistensi nasinya.

Ketan

Ketan (sticky rice), baik yang putih maupun merah/hitam, sudah dikenal sejak dulu. Padi ketan memiliki kadar amilosa di bawah 1% pada pati berasnya. Patinya didominasi oleh amilopektin, sehingga jika ditanak sangat lekat.

Padi wangi

Padi wangi atau harum (aromatic rice) dikembangkan orang di beberapa tempat di Asia, yang terkenal adalah ras 'Cianjur Pandanwangi' (sekarang telah menjadi kultivar unggul) dan 'rajalele'. Kedua kultivar ini adalah varietas javanica yang berumur panjang.
Di luar negeri orang mengenal padi biji panjang (long grain), padi biji pendek (short grain), risotto, padi susu umumnya menggunakan metode silsilah. Salah satu tahap terpenting dalam pemuliaan padi adalah dirilisnya kultivar 'IR5' dan 'IR8', yang merupakan padi pertama yang berumur pendek namun berpotensi hasil tinggi. Ini adalah awal revolusi hijau dalam budidaya padi. Berbagai kultivar padi berikutnya umumnya memiliki 'darah' kedua kultivar perintis tadi.


PENTINGNYA PENGAMATAN MULAI DARI:
·         SISI PRODUKSI:
Produksi Menaik Beras, pengembangan pascapanen beras lima tahun mendatang masih di titik beratkan pada perbaikan kualitas gabah dan beras serta pemanfaatan hasil samping dan limbahnya
Untuk meningkatkan mutu beras dan gabah, dibutuhkan sarana dan prasarana penanganan pascapanen mulai dari panen, perontokan, pengeringan, penggilingan dan sarana penunjang. Dibutuhkan mesin perontok padi (Power thresher) masa usia teknis 5 tahun. Perlu dilakukan peremajaan alat penggilingan padi.
Modal awal Rp. 75.000.000 / hektar
Harga dari pemasok ke pengencer lalu ke konsumen

NAMA BERAS
PEMASOK
PENGENCER
KONSUMEN
Anak Daro Asal Bukit Tinggi
Rp. 9.000-Rp. 9.800
Rp. 9.800- Rp. 10.000
Rp. 10.500-Rp.11.000
Pandan Wangi
Rp. 9.000-Rp. 9.500
Rp. 9.500- Rp. 10.500
Rp. 10.000-Rp.11.000
Sokan
Rp. 9.000-Rp. 9.500
Rp. 9.500- Rp. 10.500
Rp. 11.000-Rp.11.500
Anak Daro Asal Solok
Rp. 9.000-Rp. 9.500
Rp. 9.500- Rp. 10.000
Rp. 11.000-Rp.11.500
Beras Dari Medan (Do’a Ibu)
-
Rp. 9.500
Rp.10.500-Rp. 12.000

Kendala:
              Beberapa narasumber yang kami wawancarai sebut saja  salah satunya yang bernama Bapak Harianto di pasar inpres bangkinang mengatakan bahwa minat konsumen terhadap Padi/ Beras Tinggi inilah yang mengakibatkan tingginya harga beras di pasaran.

DARI SISI KOMSUMSI:
      Indonesia merupakan salah satu negara pengkonsumsi beras terbesar di dunia. Pengaruh teori permintaan  dalam komsumsi Beras
Dalam teori permintaan bahwa pada saat harga naik maka permintaan akan turun dan sebaliknya apabila harga turun maka permintaan akan naik.
Dalam kenyatanya teori tesebut hanya sebagai teori dan hanya pada produk-produk tertentu yang dapat mengunakan teori tersebut.berbeda dengan  Padi/ Beras walau pun harga Beras naik konsumen tetap akan membeli uintuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Itu didukung oleh  kegiatan produksi Beras & tingginya Konsumsi Beras ( Nasi)
Contoh:
Jika di dalam rumpun itu ada anakan 1.800 butir/ rumpun rata-rata per malai 128 butir jadi yang di tanyakan :
·         Hitunglah berat 1000 butir GKP (30 gram)
Jawab:
Rumus hasil = Jumlah Rumpun x Jumlah Anakkan x Butir Permalai x Berat Per 1000 butir
Hasil untuk rumpun pertama:
                                                  = 160.000 x 18 x 116 x
= 100022400 gr
= 10022,4 Kg
= 10.022 Ton / Ha GKP
                   Rumpun kedua:
                                                  = 160.000 x 14 x 128 x
= 8601600 gr
= 8602 Kg
= 8,602 Ton / Ha GKP
Hasil rata-rata panen
                                                  = (10.022+8.602):2=9.312 Ton / Ha GKP
              Jadi jenis Padi yang varietas Padi hibrida harga benihnya kisaran Rp. 40.000 sampai Rp. 60.000 per kilo gram
Varietas pada padi unggul Rp. 5000 – Rp. 10.000


PENUTUP
Kesimpulan
            Beras adalah bagian bulir padi (gabah) yang telah dipisah. Padi/ beras merupakan tanaman yang mengandung karbohidrat yang di butuhkan oleh tubuh manusia.  Dan beras juga mempunya banyak manfaat yang berguna bagi tubuh kita yang sebelumnya kita tidak mengetahuinya Selain mengenyangkan ternyata nasi/ beras memiliki beberapa manfaat diantaranya:
1. Sumber energi yang hebat.
2. Bebas kolesterol.
3. Kaya akan vitamin.
4. Banyak mengandung resistant starch.
5. Mengurangi resiko tekanan darah tinggi.
6. Mencegah kanker.
7. Mengobagi dysentery
8. Merawat kulit.
9. Mencegah Alzheimer’s Disease.
10. Menguatkan jantung
11. Mencegah konstipasi.